Thursday, April 18, 2013

Sinopsis Novel SURAT KECIL UNTUK TUHAN



Novel yang satu ini merupakan novel favorit saya. Sangking sukanya dalam sehari saya pasti baca novel ini. Ceritanya begitu menyentuh, mengharukan dan banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil, bahwa sanya kita harus lebih bersyukur karena dapat hidup sehat dan tidak terkena penyakit yang mematikan seperti Keke, dan dalam hidup sudah seharusnya kita membahagiakan orang-orang didekat kita apapun kondisinya. Cerita ini juga merupakan kisah nyata dan bukan rekayasa. Karena begitu popular, akhirnya di buatlah sebuah film yang diangkat dari Novel Surat Kecil Untuk Tuhan dengan judul yang sama.
Baiklah ini dia rangkuman sinopsinya.

Selamat membaca !!
Judul Buku            : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penulis                   : Agnes Danovar
Penerbit                 : Inandra Published

Synopsis

SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku ingin tidak ada tangisa di dunia ini…

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku harap tidak ada lagi yang sama
Terjadi padaku, terjadi pada orang lain

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil
Untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapt melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap
Harinya

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku
bisa menjadi wanita seutuhnya

Tuhan…
Bolehkah aku tersnyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
Kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk
Menjadi dewasa
Agar aku bisa memberkan arti hidup
Kepada siapapun yang mengenalku

Tuhan…
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku

Andai aku bisa kembali…
Kedunia yang engkau berikan padaku

Itulah untaian kata yang ditulis dia untuk Tuhan.

                Novel ini menceritakan tentang perjuangan gadis remaja yang melawan kanker ganas, yakni Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak ). Dia adalah Gita Sesa Wanda Cantika, kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. Gadis kecil inilah yang menjadi tokoh utama dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan. Dalam cerita ini sendiri Gita atau yang lebih dikenal dengan nama Keke divonis menderita kanker ganas dan diprediksi hidupnya tinggal lima hari lagi. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagin wajahnya sehingga terlihat buruk seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap bersekolah layaknya gadis remaja lainnya.
            Orang tua Keke berat mengambil keputusan dalam pemutusan jalan penyembuhan kanker yang diderita oleh Keke. Mereka tak ingin dan tak tega bila separuh wajah Keke harus hilang karena operasi. Karena hal tersebut, maka ayah dan keluarganya merahasiakan penyakit ini dari Keke.
            Namun, pada akhirnya Keke pun tahu bahwa ia terkena kanker ganas. Mengetahui hal itu, Keke sama sekali tidak marah, ia hanya pasrah tentang apa yang terjadi padanya. Ia selalu tersenyum kepada siapapun dan selalu terlihat baik-baik saja.
Dengan kanker yang dideritanya, Keke masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah formal. Tuhan memberikan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.
            Ayahnya Joddy Triapianto tidak menyerah begitu saja, ia terus berjuang agar Keke terlepas dari vonis kematiannya. Begitu mengharukan, ayah Keke mencari Pengobatan alternative dan berkeliling ke seluruh Indonesia, walau dengan hasil yang nihil. Karena hal itu, mau tidak mau ayah Keke harus kembali ke jalan medis dan menurut Dokter cara lain yang bisa membunuh kanker itu adalah Kemoterapi.
            Selanjutnya, Keke menjalani kemoterapi, sekali kemoterapi mampu merontokkan semua rambut yang ada di tubuhnya. Dia menjalani kemoterapi sebanyak 25 kali. Dan pada akhirnya setelah 6 bulan lamanya menjalani kemoterapi Keke dapat sembuh lagi.  Kasus kanker yang dialami oleh Keke ini merupakan kasus pertama yang ada di Indonesia, serta menjadi perdebatan dikalangan kedokteran, dimana kanker tersebut hanya menyerang orang tua bukan pada remaja seusia Keke. Ditambah lagi dengan keberhasilan Dokter di Indonesia yang berhasil menyembuhkan kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter-dokter di dunia bertanya-tanya.
            Karunia Tuhan yang sungguh luar biasa yang membuatnya dapat bersama dengan keluarga dan sahabat yang ia cintai lebih lama.  Hari demi hari Keke jalani dengan penuh bersyukur, dia menikmati kesembuhannya itu. Namun, pada akhirnya kanker itu kembali lagi setelah sebuah kebahagiaan sesaat. Kanker itu datang di lokasi yang berbeda, yakni di pelipis mata sebelah kanan. Keke sadar bahwa nafasnya di dunia ini semakin sempit. Mengetahui hal itu di tidak marah pada Tuhan, justru ia sangat bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis lima hari dan akhirnya bertahan hingga tiga tahun lamanya.
            Dalam penyembuhannya kemudian, ayah Keke mencoba Kemoterapi lagi. Seluruh rambut Keke rontok tak bersisa. Namun, sepertinya kanker tersebut mulai kebal terhadap bahan kimia. Kanker itu tetap duduk manis di pelipis kanan Keke. Mengetahui hal itu, ayah Keke kemudian membawa Keke ke Singapura untuk dioperasi, tetapi karena despreso mereka pun kembali ke Indonesia dengan kondisi Keke yang semakin parah.
Walau begitu, semangat Keke untuk belajar sangat tinggi, ia tetap keukeuh untuk sekolah. Bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tidak mampu lagi digerakkan.
            Waktupun berlalu, kondisi Keke tak kunjung membaik dan akhirnya ia harus dirawat inap di RSCM dan mengalami koma selama tiga hari.
Dimasa opname tersebut ada berita yang begitu membahagiakan baik untuk keke maupun keluarganya  bahwa tuhan memberikan cobaan sesuai kemampuan hamba-nya. ‘’keke  mendapat juara tiga di kelasnya dalam ujian akhir sekolah’’.
Lalu dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya nyang terakhir ia menulis sebuah surat kecil kepada tuhan.
Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006. Tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarganya dan sahabat-sahabatnya. Namun, kini kisahnya menjadi abadi dan akan selalu di kenang.